jump to navigation

MINYAK CENGKEH HASILKAN RUPIAH 30 Oktober 2010

Posted by uminoty in catetan pribadi.
Tags: ,
add a comment

Bisnis penyulingan daun cengkeh untuk menghasilkan minyak cengkeh yang dilakukan seorang pengrajin dari Purworejo yakni Nurudin terbukti menjanjikan keuntungan layak bagi pelakunya. Bagaimana tidak, resiko usaha itu kecil tapi hasilnya cukup menjanjikan.

Adapun proses penyulingan minyak cengkeh adalah sebagai berikut: kleyang (daun kering) dimasukkan dalam ketel untuk kemudian direbus sehingga menghasilkan uap yang membawa kandungan minyak daun cengkeh. Uap hasil perebusan tadi lalu dialirkan melalui pipa menuju bak pendinginan berisi air.

Dari uap tersebut selanjutnya berpusar sebanyak 4 kali pusaran sebelum akhirnya mendingin. Akibat pendinginan, uap minyak bercampur air pada pipa itu lalu mengembun dan menetes ke dalam drum-drum yang diletakkan di bagian ujung pipa bak pendinginan.

Setelah itu campuran air dan minyak hasil penyulingan didiamkan selama beberapa jam sampai minyaknya mengendap di dasar drum. Seterusnya air dibuang, sementara minyak disaring dengan kain kassa supaya hilang kotorannya. Baru kemudian minyak daun cengkeh yang berwarna coklat kehitaman itu ditampung dalam jerigen-jerigen plastik dan siap dijual. Proses penyulingan ini berlangsung selama 8 jam.

Sekali proses produksi dengan 7 kwintal kleyang menghasilkan sekitar 17-18 Kilogram minyak cengkeh dan jika pasaran sedang bagus, harga per kilonya mencapai 45 ribu rupiah.

Sementara itu kleyang yang sudah disuling minyaknya masih bermanfaat sebagai bahan bakar proses penyulingan berikutnya lantas jika telah menjadi abu dapat digunakan untuk pupuk tanaman seperti lombok, kacang dan lain-lain.

Sumber : http://www.sinartani.com

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN CENGKEH 23 Juli 2010

Posted by uminoty in catetan pribadi.
Tags: , , ,
3 comments

Serangan hama dan penyakit sangat berpengaruh terhadap produksi tanaman cengkeh, sehingga upaya pengendaliannya sangat diperlukan agar kehilangan hasil dapat ditekan pada tingkat yang relatif kecil.

Hama

Pada umumnya hama yang menyerang tanaman cengkeh adalah penggerek, perusak pucuk dan perusak daun. Serangan hama-hama tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu, produksi menurun bahkan kematian tanaman.

Penurunan produksi cengkeh akibat serangan hama dapat mencapai 10-25%.

Penggerek

Hama yang paling merusak dan sering dijumpai menyerang tanaman cengkeh adalah penggerek. Terdapat tiga kelompok hama penggerek pada tanaman cengkeh, yaitu penggerek batang, penggerek cabang, dan penggerek ranting.

–         Penggerek batang

Beberapa spesies hama penggerek batang yang sering menyerang tanaman cengkeh yaitu Nothopeus hemipterus Oliv., N. fasciatipennis Watt, dan Hexamitodera semivelutina Hell. N. hemipterus dan N. fasciatipennis hampir sama bentuk, perilaku maupun cara hidupnya. Yang menggerek batang cengkeh adalah stadium larva yang mampu bertahan hidup di lubang gerekan selama 130 – 350 hari.

Gejala Serangan

Gejala yang tampak pada pohon adalah adanya lubang-lubang berukuran 3-5 mm yang ditutupi serbuk kayu hasil gerekan. Dari dalam lubang gerekan tersebut keluar cairan kental bercampur kotoran hama. Jumlah lubang gerekan dapat mencapai 20-70 buah pohon. Tanaman yang terserang hama penggerek batang akan merana pertumbuhannya karena terganggunya aliran zat makanan yang dibutuhkan tanaman. Serangan yang berat dapat mengakibatkan kematian. Gejala serangan hama ini sangat mirip dengan Nothopeus spp., yaitu adanya lubang-lubang pada permukaan batang dan keluarnya cairan kental. Jumlah lubang dalam satu pohon berkisar 20-100 buah. Pada umumnya penggerek ini menyerang tanaman yang telah berumur lebih dari 6 tahun. Makin tua umur tanaman, tingkat serangan makin tinggi. Akibat serangan hama ini, daun-daun muda yang semula berwarna hijau berubah warna menjadi kekuningan rontok selanjutnya pucuk-pucuk daun mati. Serangan berat dapat mengakibatkan kematian tanaman.

Gambar 6. Hama penggerek batang Nothopeus hemipterus

Gambar 7. Penampang melintang batang akibat serangan hama penggerek batang.

Gambar 8. Serangan hama penggerek pada batang, dari lubang keluar cairan kental.

Cara pengendalian hama H. semivelutina sama seperti pada pengendalian Nothopeus spp.

Pengendalian

•

Cara mekanis dapat dilakukan dengan mengambil dan memusnahkan telur penggerek yang menempel pada kulit batang dan menutup lubang gerekan dengan pasak kayu.

•

Cara kimiawi dapat dilakukan dengan memasukkan insektisida/ racun pernapasan ke dalam lubang gerekan kemudian ditutup dengan pasak kayu. lnsektisida yang

dapat digunakan adalah : Akodan 35 EC 0,5-0,15 %, Curacron 500 EC 0,1-0,2 % dan Bestox 50 EC 0,25-0,50 %.

Dapat pula menaburkan insektisida sistemik berbahan aktif carbofuran (misalnya Furadan 3 G) dengan dosis 115-150 g/pohon dan interval 3 bulan sekali.

Jenis serangga hama penggerek batang yang lain adalah Hexamitodera semivelutina. Serangga ini masih sekerabat dengan Nothopeus spp., sehingga ciri-ciri dan perilaku hidupnya hampir sama, Telur diletakkan satu per satu pada celah-celah dan lekukan kulit batang cengkeh. Seekor serangga betina dewasa dapat meletakkan telur sebanyak 19-25 butir yang akan menetas setelah 23 hari.

–         Penggerek cabang

Dua jenis penggerek cabang yang banyak menyerang tanaman,cengkeh adalah Xyleborus sp., dan Ardela sp.

•

Hyleborus sp.

Hama Hyleborus sp. merupakan kumbang berukuran kecil berwarna hitam. Kumbang jantan tidak mempunyai sayap dan ukurannya lebih kecil daripada serangga betina.

Gejala serangan

Gejala serangan yang tampak adalah adanya lubang-lubang gerekan berukuran kira-kira 1 mm pada permukaan kulit cabang. Akibat serangan hama ini, cabang-cabang tanaman menjadi lemah, mudah patah, tunas-tunas mati, daun dan ranting mengering dan akhirnya cabang mati.

Pengendalian

Cara pengendalian hama penggerek cabang tersebut sama dengan pengendalian hama penggerek batang.

•

Ardela sp.

Serangga ini berupa ngengat. Ngengat jantan berwarna cokelat keputihan, sedangkan yang betina berwarna merah muda keputihan. Larva berwarna putih keabu-abuan.

Gejala serangan

Pada cabang-cabang tanaman terdapat lubang-lubang gerekan berdiameter 12,5-25 mm. Lubang-lubang tersebut tertutup kotoran dan serbuk kayu sisa gerekan yang dijalin

dengan serat halus. Jumlah lubang gerekan pada setiap cabang dapat mencapai 2-3 buah. Serangan hama ini menyebabkan tanaman menjadi lemah.

Pengendalian

Pengendalian hama penggerek cabang ini dapat dilakukan dengan menusukkan kawat ke lubang gerekan sehingga serangga mati. Selain itu dapat pula dilakukan penyemprotan insektida ke dalam lubang gerekan menggunakan Akodan 35 EC 0,5-0,15%,

Curacron 500 EC 0,1-0,2% dan Bestox 50 EC 0,25-0,50%.

–         Penggerek Ranting

Hama penggerek ranting yang banyak dijumpai menyerang tanaman cengkeh yaitu Coptocercus biguttatus Dinov. Serangga ini berupa kumbang berwarna hitam,

sedangkan larvanya berwarna kuning kecokelatan.

Gejala serangan

Pada permukaan ranting terdapat lubang-lubang gerekan yang berdiameter kira-kira 1,8 mm. Serangan hama ini mengakibatkan ranting dan daun mengering atau meranggas.

Hama ini umumnya menyerang tanaman yang kondisinya lemah atau tanaman yang tidak dipelihara dengan baik.

Pengendalian

Pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida ke seluruh bagian tanaman. Insektisida yang dapat digunakan antara lain Akodan 35 EC 0,5-0,15%, Curacron 500 EC 0,1-0,2%, dan Bestox 50 EC 0,25-0,50%. Penyemprotan dapat

diulang dengan interval 7-10 hari sekali.

Perusak pucuk

Kutu tempurung (Coccus viridis) merupakan salah satu jenis hama perusak pucuk tanaman cengkeh. Serangga berbentuk kutu kecil berwarna hijau dan umumnya terdapat dipermukaan bawah daun.

Gejala serangan

Daun yang terserang hama ini berubah warna dari hijau menjadi kuning kemudian mengering dan akhirnya gugur. Hama ini dapat menyerang tanaman muda maupun yang produktif.

Pengendalian

Pengendalian dapat dilakukan dengan memotong ranting yang terserang kemudian membakarnya. Penyemprotan dengan insektisida dapat dilakukan menggunakan Decis 2.5 EC, Marshall, Akodan 35 EC, Curacron 500 EC dan Bestox 50 EC dengan interval 7-10 hari sekali.

Perusak daun

Dua jenis hama perusak daun tanaman cengkeh yang umum dikenal adalah Anthriticus eugeniae Hergr dan Carea angulata.

• Anthriticus eugeniae

Hama ini berupa kutu berwarna hijau dan hidup dengan cara mengisap daun cengkeh. Pada umumnya hama ini aktif pada malam hari.

Gejala serangan

Pada bagian pinggir dan tengah daun terdapat bintik- bintik.

Pengendalian

Pengendalian dapat dilakukan dengan cara mengurangi kelembaban di sekitar kebun melalui pemangkasan atau penebangan tanaman yang menaungi tanaman cengkeh. Selain itu dapat pula dilakukan penyemprotan terbatas pada bagian tanaman yang terserang menggunakan insektisida Marshall, Akodan 35 EC, Curacron 500 EC dan Bestox 50 EC dengan interval 7-10 hari sekali.

• Carea angulata

Hama ini berupa ulat yang hidup dengan cara memakan daun.

Gejala serangan

Pada daun cengkeh tampak bekas gigitan ulat. Serangan yang berat oleh hama ini dapat mengakibatkan tanaman menjadi gundul sehingga menurunkan produksi.

Pengendalian

Pengendalian dapat dilakukan dengan menyemprot daun menggunakan insektisida terutama pada saat populasi larva masih muda. lnsektisida yang dapat digunakan antara lain Decis, Marshall, Akodan 35 EC, Curacron 500 EC dan Bestox 50 EC, dengan interval penyemprotan 7-10 hari sekali.

Penyakit

Serangan penyakit pada tanaman cengkeh akan berkorelasi positif dengan penurunan.

Penyakit Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC) Penyakit BPKC merupakan salah satu penyakit yang paling merusak tanaman cengkeh karena dapat menyebabkan  kehilangan hasil mencapai 10-15%. Penyebabnya adalah bakteri Pseudomonas syzygii. Penularan penyakit BPKC dari pohon sakit ke pohon sehat melalui vektor berupa serangga Hindola fulfa (di Sumatera) dan H. striata (di Jawa). Pola penyebaran penyakit ini umumnya mengikuti arah angin. Penularan penyakit ini dapat pula melalui alat-alat pertanian seperti golok, gergaji, sabit yang digunakan untuk memotong

pohon sakit.

Gambar 9. Tanaman terserang Penyakit Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC)

Gejala serangan

Tanaman cengkeh yang terserang penyakit BPKC daunnya gugur secara mendadak kemudian ranting-ranting pada pucuk mati. Kadang-kadang percabangan atau seluruh tanaman layu mendadak dan mengakibatkan daun menjadi kering. Gugurnya

daun dapat berlangsung beberapa minggu sampai beberapa bulan. Kematian tanaman cengkeh akibat penyakit ini dapat berlangsung cepat yaitu antara 3-12 bulan atau lambat yaitu antara 1-6 tahun. Umumnya pohon dewasa yang terlebih dahulu terserang.

Pengendalian

Apabila gejala serangan penyakit BPKC ditandai dengan gugurnya daun di bagian pucuk pohon, maka pangkal batang atau akar segera diinfus dengan antibiotika oksitetrasiklin (OTC) sebanyak 6 gr/100 ml air. Jarum infus yang digunakan berdiameter 1 mm. Penginfusan dilakukan setiap 3-4 bulan sekali. Pengendalian dapat dipadukan dengan melakukan penyemprotan insektisida dengan sasaran serangga vector penular penyakit BPKC menggunakan insektisida Matador 25 EC, Akodan 35 EC, Curacron 500 EC dan Dads 2,5 EC dengan interval 6 minggu sekali sampai serangga vektor tidak ada lagi. Pohon-pohon yang terserang berat sebaiknya ditebang dan dibakar.

Penyakit Cacar Daun Cengkeh (CDC)

Penyakit ini terdapat hampir di semua sentra produksi cengkeh di Indonesia. Penyakit CDC dikategorikan sebagai penyakit utama di samping penyakit BPKC. Penyakit CDC dapat menyerang tanaman cengkeh mulai dari pembibitan sampai tanaman produksi. Berikut ini beberapa jenis penyakit yang sering menyerang tanaman cengkeh dewasa.

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Phyllostica syzygii.

Gambar 10. Tanaman terserang penyakit Cacar Daun Cengkeh (CDC)

Cara penularan penyakit CDC adalah melalui angin dan air hujan atau melalui bibit.

Gejala serangan

Pada permukaan atas daun timbul bercak-bercak yang menggelembung seperti cacar. Gejala tersebut akan lebih jelas terlihat pada daun yang masih muda. Pada bercak-bercak

tersebut kadang-kadang terdapat bintil-bintil hitam kecil. Selain pada daun, gejala penyakit gugur akibat serangan CDC kadang- kadang terlihat juga pada buah. Daun-daun yang terkena penyakit CDC secara bertahap akan gugur.

Pengendalian

Pengendalian penyakit CDC dilakukan secara kimiawi melalui penyemprotan fungisida dengan interval 7-10 hari sekali, sedangkan untuk pencegahan dapat dilakukan 10-14 hen

sekali. Beberapa jenis fungisida yang dapat digunakan antara lain Delsen MX- 200 0,2%, Maneb Brestan 0,3%, Difolatan 0,2% dll.

Di samping penyemprotan fungisida, sanitasi kebun perlu mendapat perhatian. Daun, ranting, dan biji dari tanaman sakit yang jatuh ke tanah sebaiknya dikumpulkan dan dibakar. Pohon-pohon yang terserang berat sebaiknya ditebang dan dibakar.

Embun Jelaga

Penyebab penyakit ini adalah jamur Capnodium sp. dan Limacinula samoensis. Jamur tersebut hidup pada kotoran serangga Coccus viridis Green (kutu daun) yang menempel pada daun. Serangga dapat disebarkan oleh semut dari daun satu ke daun yang lain.

Gejala serangan

Pada permukaan daun tampak lapisan berwarna abu-abu kehitaman. Pada serangan berat, lapisan hitam akan menutup permukaan daun, tangkai daun dan ranting. Akibat serangan

penyakit ini tanaman menjadi sulit berfotosintesis.

Gambar 11. Tanaman terserang embun jelaga

Pengendalian

Lapisan hitam pada permukaan daun dapat dihilangkan dengan penyemprotan larutan kapur sirih 1-2%. Untuk mengendalikan kutu daun dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida.

BUDIDAYA TANAMAN CENGKEH 16 Juli 2010

Posted by uminoty in catetan pribadi.
Tags: , ,
add a comment

A.        Umum

Tanaman cengkeh (Syzigium aromaticum) dikenal sebagai tanaman rempah yang digunakan sebagai obat tradisional. Cengkeh termasuk salah satu penghasil minyak atsiri yang biasa diguakan sebagai bahan baku industri farmasi maupun industri makanan, sedangkan penggunaan yang terbanyak sebagai bahan baku rokok. Produksi Cengkeh mempunyal peranan yang cukup besar dalam menunjang upaya peningkatcin pendapatan Negara karena sampai saat ini Cukai rokok merupakan salah satu sumber pendapotcin Negara yang terbesar dibanding dengon sumber-sumber pendapaton lainnya untuk Tahun Anggaran 2001, yaitu sekitar Rp. 17,6 Trilyun atau 7,5 % bahkan target untuk Tahun Anggaran 2002, yaitu sekitar Rp. 22,3 Triliun dart Tahun 2003 sebesor 27 triliun dan penerimaan Negara don penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi

Besarnya cukai Rokok Kretek tergantung dan perkembangan produksi Rokok Kretek yang dihasilkan oleh Pabrik Rokok Kretek di Indonesia. Sedangkan produksi Rokok baik kuolitas moupun kuantitasnya akan sangat dipengoruhi oleh ketersediaan pasokon Cengkeh yang merupokan bohon baku utama produksi Rokok Kretek.

B.        Persyaratan Tumbuh

–          Tanah yang sesuai untuk tanaman cengkeh adalah gembur, solum tanah tebal (minimal 1,5 meter) serta kedalaman air tanah lebih dari 3 meter dari permukaan tanah, jenis tanah yang sesuai adalah latosol, podsolik merah, mediteran dan andoso.

–          Keasaman tanah (pH) optimum berkisar antara 5,5 – 6,5.

–          Besarnya curah hujan optimal untuk perkembangan tanaman cengkeh berkisar 1.500 – 2.500 mm/tahun serta bulan kering kurang dari 2 bulan, suhu antara 25 – 34º C kelembaban (RH) 80 – 90 %.

–          Ketinggian tempat yang optimal bagi pertumbuhan tanaman cengkeh berkisar antara 200 – 600 meter diatas permukaan laut (dpl).

C.        Penanaman

1. Persiapan Lahan

–           Pembersihan lahan yang dilanjutkan dengan pegolahan tanah.

–           Pembuatan lubang tanam, ukuran yang biasa digunakan panjang, lebar dan kedalaman masing – masing berkisar antara 60 – 80 cm (60 X 60 X 60 cm atau 80 X 80 X 80 cm atau 80 X 80 X 60 cm)

–           2 minggu – 1 bulan sebelum tanam diberi pupuk kandang sebanyak 5 – 10 Kg/pohon.

–           Untuk mengatur kelebihan air perlu dibuat saluran drainase yang cukup.

2. Jarak Tanam

–             Jarak tanam yang biasa digunakan pada penanaman cengkeh tidak sama tergantung pada ketinggian dan kemiringan tanah. Jarak tanam yang biasa digunakan adalah sekitar 6 m x 7 m = 238 pohon, 7 m x 8 m = 178 pohon atau 8 m x 8 m = 156 pohon.

3. Pola Tanam

–                Penanaman dilaksanakan pada awal musim hujan.

–                Pola tanam campuran (polykuntur) dengan system tanam pagar, yaitu memperkecil jarak tanam dalam baris (Timur-Barat) misalnya 12 m x 5 m atau 14 m x 6 m sehingga tersedia ruangan untuk tanaman sela/campuran.

–                Tanaman campuran dapat dilakukan pada tanaman yang belum    produktif dan atau kurang produktif.

D.        Pemeliharaan Tanaman.

Setelah bibit cengkeh ditanam ke lapangan tahap selanjutnya adalah pemeliharaan. Pada tanaman cengkeh, pemeliharaan merupakan periode yang panjang, yaitu selama tanaman yang diusahakan tersebut dianggap masih menguntungkan secara ekonomis.

1.   Pengelolaan Lahan dan Tanaman.

Penggemburan Tanah dan Sanitasi Kebun.

–          tanaman cengkeh umur 1 – 5 tahun merupakan periode yang kritis, sekitar 10 – 30 % tanaman yang telah ditanam dilapangan mengalami kematian atau perlu diganti/disulam karena berbagai sebab, seperti hama penyakit, kekeringan, kalah bersaing dengan gulma, atau penyebab lainnya.

–           Penggemburan tanah disekeliling tanaman didaerah sekitar perakaran di cangkul dangkal (± 10 cm) sekurangnya 2 kali setahun, pad awal dan akhir musim hujan sekaligus sebagai persiapan pemupukan.

–           Gulma/alang-alang harus dibersihkan sampai akar-akarnya dengan cangkul/garpu atau dengan penyemprotan herbisida.

  1. Pengaturan Naungan

–          Pada stadia awal pertumbuhan, tanaman cengkeh memerlukan naungan yang cukup, berupa naungan buatan/sementara.

–          Naungan buatan diadakan maksimal untuk dua periode musim kemarau setelah penanaman.

  1. Penyulaman.

–         Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan, yaitu untuk menghindari kematian tanaman karena kekurangan air.

–         Bibit sulaman yang dignakan berasal dari sumber benih dan umur yang tidak jauh berbeda dengan tanaman yang telah ditanam.

  1. Penyiraman

–          Pada awal pertumbuhan, tanaman cengkeh memerlukan kondisi tanah yang lembab, sehingga pada musim kemarau perlu adnya penyiraman.

–          Pada tanaman dewasa penyiraman kurang diperlukan lagi, kecuali pada kondisi iklim ekstrim kering.

  1. Pemasangan mulsa

–          Untuk menjaga kelembaban tanah disekitar tanaman dan memberikan kondisi lebih baik bagi pertumbuhan akar.

–          Dilakukan menjelang musim kemarau.

  1. Pemupukan.

–          tujuan pemupukan adalah untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman dan meningkatnya produksi cengkeh setelah panen.

–          Berdasarkan pola penyebaran akarnya, penempatan pupuk pada tanaman cengkeh dilakukan dibawah proyeksi tajuk dan bagian dalam tajuk.

–          Jenis pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dan pupuk anorganik, baik tunggal maupun berupa pupuk majemuk dalam bentuk butiran maupun tablet.

–          Pupuk anorganik berbentuk butiran (Urea, TSP/SP-36, KCI, Kieserit) diberikan pada proyeksi tajuk 2/3 bagian dan 1/3 bagian dibawah bagian dalam tajuk yang dilakukan dua kali setahun, yaitu pada awal dan akhir menjelang musim hujan.

–          Pupuk anorganik berbentuk tablet, diberikan dalam 8 lubang tugal (4 lubang dibawah proyeksi tajuk dan 4 lubang tual dibawah tajuk bagi andalam) sedalam 10 – 15 cm. Pupuk tablet hanya diberikan setahun sekali, yaitu pada awal musim hujan.

–      Dosis umum tanaman cengkeh bentuk butiran maupun tablet adalah sebagai berikut :

Dosis Umum Pemupukan Tanaman Cengkeh Muda

Umur

Tanaman

(Tahun)

Pupuk Butiran

(kg/pohon/tahun)

Pupuk Tablet

/(PMLT)

(kg/phn/th)

Urea TSP KCI Kieserit NPKCaMg
1 0,06 0,045 0,035 0,035 0,02
2 0,12 0,080 0,075 0,080 0,03
3 0,25 0,15 0,12 0,10 0,04
4 0,40 0,25 0,20 0,15 0,05
5 0,60 0,40 0,40 0,20 0,06
6 0,90 0,60 0,60 0,25 0,08
7 1,25 0,90 0,90 0,30 0,10
8 1,75 1,25 1,10 0,40 0,15
9 2,00 1,50 1,30 0,50 0,20

Keterangan :

Pupuk Butiran diberikan 2 kali/tahun, awal MH dan akhir MH

Pupuk PMLT diberikan 1 kali/tahun, awal MH

Sumber : Memproduktifkan cengkeh, tanaman tua, tanaman telantar,

Agus Ruhnayat,2002.

Sedangkan dosis pupuk anorganik pada intensifikasi tanaman cengkeh dewasa, sebagai berikut :

Umur

Tanaman

(Tahun

Pupuk Butiran

(Kg/pohon/tahun)

Pupuk Tablet

/(PMLT)

(kg/phn/th)

Urea TSP KCI Kieserit NPKCaMg
10 3,90 0,80 2,00 0,80 0,40
11 4,30 0,80 2,10 0,90 0,40
12 4,70 1,00 2,40 1,00 0,40
13 5,00 1,00 2,60 1,00 0,40
14 5,40 1,00 2,90 1,10 0,40
15 5,80 1,00 3,00 1,10 0,40
16 6,00 1,00 3,00 1,20 0,60
17 6,40 1,20 3,40 1,20 0,60
18 6,70 1,20 3,60 1,30 0,60
19 6,90 1,20 3,80 1,30 0,60
20 7,20 1,20 3,90 1,30 0,60
21 7,50 1,20 4,10 1,30 0,80
22 7,60 1,30 4,20 1,30 0,80
23 7,60 1,30 4,30 1,30 0,80
24 8,00 1,30 4,50 1,60 0,80
25 8,10 1,30 4,60 1,60 0,80
26 8,20 1,30 4,70 1,70 1,00
27 8,40 1,60 4,90 1,70 1,00
28 8,50 1,60 5,00 1,90 1,00
29 8,60 1,60 5,00 1,90 1,00
30 8,80 1,60 5,10 2,00 1,00
> 30 9,10 1,90 5,40 2,10 1,30

Keterangan :

–                Pupuk butiran diberikan 2 kali/tahun, yaitu 3-4 bulan

Menjelang pembentukan bakal bunga (awal musim kemarau)

Dan 3 bulan setelah pembentukan bakal bunga.

–                Pupuk PMLT diberikan 1 kali/tahun, yaitu 3 – 4 bulan

Menjelang pembentukan baal bunga.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit.

Serangan hama dan penyakit sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman cengkeh, bahkan pada serangan berat dapat menyebabkan kematian.

Hama yang umum menyerang tanaman cengkeh adlah penggerek, perusak pucuk, perusak daun dan perusak akar. Sedangkan penyakit yang sering menyerang antara lain : Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC), Cacar Daun Cengkeh (CDC), Die back (mati ranting), embun jelaga.

Untuk pengendaliannya dapat digunakan insektisida/fungisida sesuai anjuran.

E.         Panen

Produk utama tanaman cengkeh adalah bunga, yang pada waktu dipanen kadar airnya berkisar antara 60 – 70 %. Waktu yang paling baik untuk memetik cengkeh adalah sekitar 6 bulan setelah bakal bunga timbul, yaitu setelah satu atau dua bunga pada tandanya mekar dan warna bunga menjadi kuning kemerah-merahan dengan kepala bunga masih tertutup, berisi dan mengkilat.

Pemungutan bunga cengkeh dilakukan dengan cara memetik tangkai bunga dengan tangan, kemudian dimasukkan kedalam kantong kain atau keranjang yang telah disiapkan, menggunakan tangga segitiga atau galah dari bambu, serta tidak merusak daun disekitarnya pada waktu pemetikan. Waktu panen sangat berpengaruh terhafdap rendemen dan mutu bunga cengkeh serta miyak atsirinya.

Saat pemetikan bunga cengkeh yng tepat yaitu apabila bunga sudah penuh benar tetapi belum mekar, pemetikan yang dilakukan saat bunga cengkeh masih muda (sebelum bunga masak) akan menghasilkan bunga cengkeh kering yang keriput, kandungan minyak atsirinya rendah dan berbau langu (tidak enak). Sedangkan apabila pemetikan terlambat (bunga sudah mekar) setelah dikeringkan akan diperoleh mutu yang rendah, tanpa kepala serta rendeman rendah.

F. Penanganan Bunga Cengkeh

Sebelum dikeringkan, bunga cengkeh dipisahkan dari tangkai/gagang dan dikeringkan secara terpisah. Pada tahap ini dilakukan pemisahan antara bunga cengkeh yang baik, bunga yang terlalu tua dan yang terjatuh, setelah itu bunga cengkeh segera dikeringkan.

Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemurnya dipanas matahari langsung atau menggunakan pengering buatan.

–            Bunga cengkeh yang akan dijemur dihamparkan pada alas tikar, anyaman bambu (giribig) atau plastik, atau pada lantai jamur yang diberi alas plastik.

–           Selama proses pengeringan cengkeh dibolak-balik agar keringnya merata.

–            Proses pengeringan dianggap selesai apabila warna bunga cengkeh telah berubah menjadi coklat kemerahan, mengkilat, mudah dipatahkan dengan jari tangan dan kadar air telah mencapai sekitar 10 – 12 %.

–           Lamanya waktu penjemuran dibawah sinar matahari sekitar 3 – 4 hari.

Sumber : http://www.disbun.jabarprov.go.id

Jenis Cengkeh di Indonesia 28 Mei 2010

Posted by uminoty in catetan pribadi.
Tags: ,
add a comment

Jenis cengkeh di Indonesia dibagi kedalam 4 tipe yaitu :

  1. Cengkeh Si Putih
  2. Daun berwarna hijau muda (kekuningan) dengan helaian daun relatif lebih besar. Cabang-cabang utama yang pertama mati, sehingga percabangan seolah baru dimulai pada ketinggian 1,5 – 2 m dari permukaan tanah, percabangan dan daun tidak rindang, tajuk berbentuk agak bulat. Bunga lebih besar dari si kotok, pertandan ± 15 kuntum bunga. Saat bunga telah masak berwarna hijau muda/putih, tangkai bunga agak panjang, umur berbunga 6 – 8 tahun. Produksi maupun kualitas bunga relatif rendah.

  3. Cengkeh Si Kotok
  4. Warna daun awalnya hijau muda kekuningan berikutnya beruha menjadi hijau tua , permukaannya mengkilap dan licin, bentuk daun ujung sedikit membulat dan langsing, cabang pertama tetap hidup sehingga tajuk nampak rendah dari permukaan tanah, bentuk tajuk silindris atau piramid, bunga relatif kecil dibanding dengan si putih, bunga pertandan berjumlah antara 20 – 50 kuntum, warna bunga mulanya berwarna hijau kemudian berubah menjadi kuning saat matang dengan pangkal berwarna merah. Pohon berbunga mulai umur 6 – 8 tahun tergantung ketinggian tempat dari permukaan laut. Kualitas bunga sedang, adaptasi dengan lingkungan lebih baik dari pada si putih tetapi lebih rwendah dari zanzibar.

  5. Cengkeh Tipe Ambon
  6. Tajuk tanaman cenderung bulat dengan bagian atas tumpul bagian bawah cenderung meruncing, percabangan pada ketinggian 1,5 – 2 m dari permukaan tanah akibat cabang utama mati, bentuk daun dengan lebar 2/3 kali panjang, daun muda berwarna ros muda/hijau muda yang tua berwarna hijau tua, bagian bawah berwarna hijau abu-abu, permukaan daun kasar. Bunganya gemuk bertangkai panjang, bunga muda berwarna hijau muda dan berkembang berwarna kuning saat matang , percabangan bunga relatif sedikit dengan jumlah kurang 15 kuntum pertandan. Tipe ini tidak dianjurkan untuk ditanam petani karena produksi dan daya adaptasinya rendah.

  7. Cengkeh Tipe Zanzibar
  8. Tajuk daun rimbun dengan percabangan rendah dari permukaan tanah, berbentuk kerucut karena cabang membentuk sudut lancip kurang dari 45 º , warna daun saat masih muda ros/merah muda , saat tua menjadi berwarna hijau tua mengkilat permukaan atas, hijau pudar / pucat pada permukaan bawah. Pangkal tangkai daun berwarna merah, bentuk daun agak langsing dengan bagian terlebar pada bagian tengah. Tipe ini mulai berbunga umur 4,5 – 6,5 tahun sejak disemaikan. Bunganya gemuk dan bertangkai panjang, berwarna hijau saat muda dan berubah kuning saat matang petik Percabangan bunga relatif banyak sampai mencapai lebih dari 50 kuntum per tandan. Jenis zanzibar ini dianjurakan untuk ditanam petani karena daya adaptasinya luas dengan produksi relatif tinggi dibandingkan dengan tipe lainnya.

PASANG SURUT KOMODITAS CENGKEH 15 Mei 2010

Posted by uminoty in catetan pribadi.
Tags: , ,
add a comment


Tahun lalu (2001), harga cengkeh (bunga cengkeh kering) mencapai Rp 80.000,- per kg. Ini sebuah prestasi yang luarbiasa. Sebab ketika BPPC masih menangani pemasaran cengkeh, komoditas ini hanya dihargai Rp 7.000,- per kg. Kenyataannya, para petani hanya akan menerima harga Rp 4.000,- per kg. Itu pun banyak yang ditipu dan tidak dibayar. Karenanya, harga Rp 80.000,- per kg. sangat menarik perhatian kalangan petani. Mereka yang dulu membiarkan tanaman cengkehnya merana, sekarang buru-buru merawatnya dengan sebaik mungkin. Dan tiba-tiba “demam” bertanam cengkeh yang pernah terjadi pada akhir tahun 1960an dan awal tahun 1970an seperti bangkit kembali. Namun tahun ini harga cengkeh kembali melorot ke tingkat Rp 30.000,- per kg. bahkan lebih rendah lagi. Padahal tahun ini rata-rata pohon cengkeh tidak berbunga setelah tahun lalu menghasilkan panen melimpah. Petani kembali kecewa. Mereka tetap mengharapkan harga cengkeh bertengger di atas Rp 50.000,- per kg. Kalau perlu mereka mengharapkan harga itu tetap Rp 80.000,- Padahal, sesuai dengan biaya produksi, maka idealnya harga cengkeh cukup berkisar antara Rp 20.000,- sampai dengan Rp 40.000,- per kg, atau rata-rata Rp 30.000,- Harga Rp 80.000,- per kg. sebenarnya sangat tidak rasional.

Sebagai rempah-rempah, cengkeh pernah menduduki peringkat pertama dibandingkan dengan produk rempah lainnya. Sebelum lemari es dan freezer diketemukan oleh A.H. Goss dari AS pada tahun 1913, maka pengewetan daging dilakukan dengan eugenol dari bunga cengkeh. Karenanya, ketergantungan benua Amerika pada cengkeh menjadi tinggi sekali. Sebab di benua ini daging sapi, domba dan babi merupakan menu utama. Pada musim dingin, ternak yang jantan harus segera dipotong supaya tidak menghabiskan persediaan jerami. Untuk mengawetkannya, daging tersebut dilumuri dengan serbuk bunga cengkeh kering. Itulah yang dilakukan oleh masyarakat Eropa selama berabad-abad. Dan cengkeh yang berasal dari kepulauan Maluku serta Manado itu diperdagangkan secara estafet. Mula-mula dibawa ke Jawa, lalu ke Sumatera dan Semenanjung Malaya. Selanjutnya ada dua jalur perdagangan. Pertama melalui laut ke India dan jazirah Arab, Balkan lalu ke Eropa. Kedua ke Cina lalu melalui jalur perdagangan sutera langsung ke Timur Tengah dan Balkan.

Ketika abad-abad XIV dan XV kekaisaran Otoman berkuasa, jalur perdagangan cengkeh terganggu. Harga komoditas ini melambung hingga lebih tinggi dibanding emas. Waktu itu masyarakat Eropa hanya tahu bahwa cengkeh berasal dari “kepulauan rempah-rempah” di tanah India. Mulailah dicari upaya untuk “menemukan” jalan ke kepulauan rempah-rempah tersebut. Ada yang berlayar ke arah selatan menyusuri pantai Afrika, ada yang ke utara hingga kapalnya pecah dan ada pula yang ke arah barat. Sebab ketika itu sudah muncul kesadaran bahwa bumi ini berbentuk bulat dan bukannya datar. Hingga kalau kita berlayar ke arah barat, akhirnya juga akan sampai ke pulau rempah-rempah di tanah India. Salah satu pelaut yang berupaya menemukan jalur ke kepulauan India itu adalah Christophorus Columbus. Tahun 1492 ia berlayar ke arah barat dan mendarat di kepulauan Bahama di laut Karibia. Karena mengira telah sampai ke tanah India maka masyarakat setempat pun disebutnya Indian, sampai sekarang. Sementara jalur pelayaran ke kepulauan Maluku pada akhirnya diketemukan melalui tanjung Harapan di ujung benua Afrika. Sejak itulah bangsa kulit putih (Inggris, Belanda dan Portugis) berdatangan untuk mencari rempah-rempah, khususnya cengkeh.

Cengkeh (Syzygium aromaticum) adalah tanaman asli kepulauan Maluku. Komoditas inilah bersama-sama dengan lada dan pala yang telah membuat bangsa Belanda menguasai negeri ini. Karena merupakan komoditas “maha penting” Belanda sangat menjaga ketat kebun cengkeh mereka, agar tidak ada benih yang lolos keluar. Namun akhirnya Inggris berhasil mencuri beberapa biji cengkeh dan mengembangkannya di Madagaskar serta Zansibar. Kondisi agroklimat Zansibar telah membuat cengkeh Maluku itu mengalami mutasi hingga menciptakan varietas baru: cengkeh zansibar. Daun cengkeh zansibar lebih lebar dan tebal serta menggelombang. Sementara cengkeh asli Maluku berdaun tipis, lebih sempit serta meruncing. Warna pucuk daun cengkeh zansibar cokelat kemerah-merahan. Pucuk cengkeh maluku hijau kekuningan. Bunga cengkeh zansibar lebih besar dan gemuk serta berwarna cokelat kemerahan. Cengkeh maluku lebih ramping dan kecil, warnanya hijau kekuningan. Produktifitas cengkeh zansibar juga lebih tinggi dibanding cengkeh asli dari Maluku. Itulah sebabnya ketika terjadi demam bertanam cengkeh pada tahun 1960 dan 1970an pilihan petani jatuh ke cengkeh zansibar. Bukan cengkel asli dari Maluku.

Namun kelemahan cengkeh zansibar adalah rentan terhadap penyakit Pytoptora serta cacar daun. Dua penyakit ini hampir tidak pernah menyerang cengkeh maluku. Habitat asli tanaman cengkeh adalah pulau vulkanis dengan angin laut yang leluasa bertiup. Cengkeh tumbuh baik pada ketinggian mulai dari 0 m. sampai dengan 800 m. dpl. Lebih dari 800 m, cengkeh memang akan tumbuh lebih subur, namun tidak mau berbuah. Pengembangbiakan cengkeh dilakukan melalui biji. Bunga cengkeh yang tidak dipetik, akan berkembang menjadi “buah cengkeh” Ukuran buah cengkeh ini sebesar ujung kelingking tangan orang dewasa. Pemetikan bunga dilakukan pada saat menjelang mekar. Kalau terlalu awal dipetik, ukuran bunga masih terlalu kecil. Sebaliknya apabila terlalu lambat dipetik, bunga akan terlanjut mekar hingga kandungan eugenolnya akan berkurang atau hilang. Bunga yang telah dipetik berikut tangkainya itu harus segera dirontokkan (dipisahkan dari tangkainya) lalu dijemur sampai kering. Tangkai bunga cengkeh ini masih memiliki nilai ekonomis. Meskipun harganya jauh lebih murah dibanding dengan bunganya.

Daun cengkeh yang rontok pun sebenarnya masih memiliki nilai ekonomis. Di hampir semua kawasan penghasil cengkeh, selalu ada ketel penyulingan minyak daun cengkeh. Daun-daun yang rontok itu biasanya dikumpulkan oleh anak-anak sekolah lalu disetorkan ke pengusaha penyulingan. Kadar minyak daun cengkeh kering ini berkisar antara 2 sampai dengan 3 % (tiap 100 kg. daun cengkeh kering diperoleh minyak antara 2 sampai 3 kg. Harga minyaknya antara Rp 40.000,- sampai dengan Rp 50.000,- per kg.      Setelah kulkas diketemukan, bukan berarti cengkeh menjadi komoditas tak berguna. Budaya mengisap tembakau (rokok) di Indonesia, telah berkembang dari “hanya tembakau virginia” (rokok putih) menjadi tembakau dengan rajangan daun cengkeh. Perkembangan inilah yang telah membuat Indonesia dari negara pengekspor cengkeh sejak jaman kerajaan-kerajaan Hindu dulu sampai dengan pemerintah kolonial Hindia Belanda, akhirnya menjadi pengimpor cengkeh terbesar di dunia. Selain untuk rokok, pemanfaatan eugenol dalam minyak asiri bunga, gagang dan daun cengkeh juga berkembang mulai dari industri makanan, farmasi, kosmetik sampai ke parfum. Pengurangan dan penambahan atom karbon (C) dalam eugenol, bahkan telah menghasilkan bahan penting yang sangat diperlukan dalam pembuatan bom serta bahan bakar pesawat ulang-alik.

Selama ini Indonesia masih merupakan penghasil cengkeh terbesar di dunia. Termasuk pemasok minyak daun dan gagang cengkeh. Namun pemasok minyak bunga cengkeh serta oleoresinnya adalah India. Meskipun negeri ini bukan merupakan penghasil cengkeh yang penting di dunia. Tahun 1960 dan 1970an, harga cengkeh juga melambung tinggi, karena industri keretek yang tumbuh pesat. Pertumbuhan industri rokok keretek ini sejalan dengan membaiknya kondisi ekonomi nasional serta pertumbuhan jumlah penduduk. Masyarakat lalu tergiur untuk menanam cengkeh secara besar-besaran. Kebetulan pula antara tahun 1968 sampai dengan 1978 (selama 10 tahun), Menteri Pertanian kita Prof. Dr. Thoyib Hadiwijaya adalah seorang ahli cengkeh. Jadi makin kuatlah demam bertanam cengkeh nasional pada waktu itu. Hingga sawah-sawah berpengairan teknis pun, banyak yang disulap menjadi tempat penyemaian cengkeh. Tetapi tanaman ini baru akan berbuah optimal setelah melampaui usia 10 tahun. Karena kebutuhan cengkeh sudah semakin mendesak, maka pemerintah pun mengeluarkan ijin untuk melakukan impor cengkeh. Kondisi inilah yang menyebabkan harga cengkeh jatuh pada tahun-tahun 1980 dan 1990an.

“Untungnya” pada tahun 1970dan 1980an, areal cengkeh varietas zansibar di Indonesia banyak yang mati karena terserang penyakit pytoptora dan cacar daun. Seandainya tidak, maka panen cengkeh nasional akan sangat melimpah hingga terjadi hiper produksi. Padahal, dalam kondisi hanya over produksi pun, harga cengkeh telah jatuh dari belasan ribu rupiah pada akhir tahun 1970an, tinggal Rp 2.000,- per kg. Hal inilah yang mendorong pemerintah untuk membentuk Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) yang dalam praktek justru menjalankan sistem monopoli. Tahun 1990an adalah puncak kejengkelan petani cengkeh terhadap BPPC. Banyak petani yang menelantarkan kebun cengkehnya. Ada pula yang menuruti anjuran pemerintah untuk menebang tanaman cengkehnya. Setelah pemerintah Orde Baru tumbang dan BPPC dibubarkan, harga cengkeh kembali merayap naik. Puncaknya terjadi tahun 2001. Harga cengkeh kering mencapai Rp 80.000,- per kg. Padahal ketika itu hampir di semua tempat di Indonesia pohon cengkeh berbunga dengan sangat lebatnya.

Naiknya harga cengkeh dengan sangat fantastis disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, pabrik cengkeh memang tidak punya stok karena pada jaman BPPC mereka membatasi pembelian cengkeh. Ketika BPPC dibubarkan, nilai kurs rupiah terhadap $ US juga naik dari hanya Rp 2.400,- menjadi pernah mencapai Rp 15.000,- per 1 $ US. Tahun ini pabrik rokok membatasi diri membeli cengkeh. Sebab mereka terkena kenaikan cukai rokok dan sedang berkonsentrasi untuk memborong tembakau. Pabrik rokok besar memang selalu menyimpan cengkeh serta tembakau untuk stok minimal selama tiga tahun. Sebab bahan baku tersebut akan menjadi stabil setelah mengalami masa penyimpanan minimal selama tiga tahun. Selain faktor tersebut, fakta di lapangan juga menunjukkan bahwa areal tanaman cengkeh kita telah menyusut dengan sangat drastis. Baik karena rusak terkena hama/penyakit maupun sengaja ditebang oleh petani sendiri. Kalau sekarang-sekarang ini demam bertanam cengkeh tumbuh lagi, maka 10 sampai 20 tahun mendatang harga cengkeh akan kembali ambruk.

Sumber : foragri.blogsome.com

Cengkeh dan Manfaatnya 7 Mei 2010

Posted by uminoty in catetan pribadi.
add a comment

Cengkeh adalah kuntum bunga kering yang dihasilkan dari pohon cengkeh, pohon cengkeh banyak tumbuh di daerah tropis, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil cengkeh. Tanaman banyak dihasilkan di daerah Maluku.

Cengkeh dewasa ini sebagian besar di manfaatkan untuk penyedap makanan sedangkan pemanfaatan untuk kesehatan sudah dikenal selama berabad-abad.

Di Cina cengkeh sudah dimanfaatkan untuk menghilangkan bau mulut lebih dari 2000 tahun yang lalu, pada saat itu Kaisar sampai menyarankan apabila rakyatnya ingin bertemu beliau harus mengunyah cengkeh terlebih dahulu sehingga pada saat bicara akan tercium aroma yang harum. Bahkan cengkeh di Cina dan Persia juga dianggap bisa merangsang pitalitas seksual.

Cengkeh berkhasiat sangat kuat untuk obat karena dapat merangsang. Anti bakteri, anti virus dan anti septic. Setelah diolah menjadi minyak Cengkeh dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa sakit untuk penderita sakit gigi karena kandungan senyawa yang terkandung didalamnya dapat membantu sirkulasi peredaran darah dan dan merangsang kulit apabila dioleskan langsung pada kulit.

Bersama  ini kami informasikan beberapa manfaat Cengkeh untuk pengobatan, diantaranya :

  • Merangsang aromatik pernapasan : Dimanfaatkan untuk mengatasi mual, muntah-muntah, perut kembung, lemas dan gangguan pencernaan. Minyak cengkeh juga dapat dimanfaatkan sebagai pembasmi kuman yang ampuh dan penyembuh luka serta dapat melegakan tenggorokan. Cengkeh banyak dimanfaatkan sebagai obat secara nyata diantaranya digunakan untuk melindungi dari masuk angin dan perut kembung. Membantu merangsang sirkulasi darah dan mengatur suhu tubuh.
  • Gangguan Pencernaan : Cengkeh dapat merangsang produksi enzymatic dan meningkatkan berfungsinya percernaan. Cengkeh digunakan dalam mengatasi permasalahn lambung, sakit perut dan gangguan pada pencernaan. Adapun cara pembuatanya obat untuk mengatasi muntah-muntah, sakit perut dan tenggorokan adalah dengan menghaluskan cengkeh dan dicampur madu kemudian dimimum.
  • Kolera : Cengkeh sangat ampuh untuk mengatasi kolera karena dapat memperkuat lendir usus dan lambung serta menambah jumlah darah putih, adapun caranya dengan mengambil 4 gram kuntum cengkeh dan 3 gelas air kemudian di rebus sampai menjadi setengahnya.
  • Asma : Untuk pengobatan obat asma caranya dengan mengambil 6 kuntum cengkeh dicampur 30 ml air dan sedikit madu, lakukan hal tersebut 3 kali sehari.
  • Sakit Gigi : Untuk pemanfaatan mengatasi sakit gigi caranya Sangrai 10 butir cengkeh sampai hangus. Giling sampai halus, masukkan kelubang gigi secukupnya, lalu tutup dengan kapas. Lakukan 2 kali sehari. Cara lain: sumbat gigi yang berlubang dengan kapas yang telah ditetesi minyak cengkeh.
  • Sakit Telinga : Untuk mengatasinya caranya dengan mengoleskan minyak cengkeh ke telinga yang terasa sakit dengan menggunakan katembat.
  • Sakit Kepala : Untuk mengatasi sakit kepala caranya dengan mencampurkan cengkeh, garam dan susu, karena sifat garam dapat menyerap cairan dan menurunkan tekanan darah.
  • Sirkulasi Darah : Minyak Cengkeh bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme tubuh Anda, dengan meningkatkan sirkulasi darah akan menurunkan suhu tubuh.
  • Membersihkan Darah: Minyak cengkeh dapat dimanfaatkan dalam membershihkan darah.
  • Diabetes: Seiring dengan pembersihan darah, minyak cengkeh juga membantu dalam mengendalikan tingkat gula darah dan dengan itu adalah berguna bagi penderita diabetes.
  • Kekebalan Tubuh: Cengkeh dapat dimanfaatkan sebagai peningkat kekebalan tubuh, kandungan yang ada dalam cengkeh yang bersifat antivirus dan kemampuan untuk membersihkan darah sehingga dapat meningkat perlawanan terhadap penyakit.
  • Stres : Minyak Cengkeh bermanfaat sebagai zat perangsang pikiran dan mental, menghilangkan keletihan dan kelelahan. Bila digunakan sebagai obat dalam dengan dosis yang sesuai maka dapat menenagkan pikiran.  Minyak cengkeh juga dapat membantu mengatasi susah tidur pada penderita insomnia. Manfaat lainya untuk merawat masalah mental seperti kehilangan memori, depresi dan kegelisahan.

Cengkeh & Sejarahnya 2 Mei 2010

Posted by uminoty in catetan pribadi.
Tags:
add a comment

Cengkeh (Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum), dalam bahasa Inggris disebut cloves, adalah tangkai bunga kering beraroma dari keluarga pohon Myrtaceae. Cengkeh adalah tanaman asli Indonesia, banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas di negara-negara Eropa, dan sebagai bahan utama rokok kretek khas Indonesia. Cengkeh ditanam terutama di Indonesia (Kepulauan Banda) dan Madagaskar; selain itu juga dibudidayakan di Zanzibar, India, dan Sri Lanka.
Pohon cengkeh merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dengan tinggi 10-20 m, mempunyai daun berbentuk lonjong yang berbunga pada pucuk-pucuknya. Tangkai buah pada awalnya berwarna hijau, dan berwarna merah jika bunga sudah mekar. Cengkeh akan dipanen jika sudah mencapai panjang 1,5-2 cm.
Cengkeh dapat digunakan sebagai bumbu, baik dalam bentuknya yang utuh atau sebagai bubuk. Bumbu ini digunakan di Eropa dan Asia. Terutama di Indonesia, cengkeh digunakan sebagai bahan rokok kretek. Cengkeh juga digunakan sebagai bahan dupa di Republik Rakyat Cina dan Jepang. Minyak cengkeh digunakan di aromaterapi dan juga untuk mengobati sakit gigi.
Minyak esensial dari cengkeh mempunyai fungsi anestetik dan antimikrobial. Minyak cengkeh sering digunakan untuk menghilangkan bau nafas dan untuk menghilangkan sakit gigi. Zat yang terkandung dalam cengkeh yang bernama eugenol, digunakan dokter gigi untuk menenangkan saraf gigi. Minyak cengkeh juga digunakan dalam campuran tradisional chōjiyu (1% minyak cengkeh dalam minyak mineral; “chōji” berarti cengkeh; “yu” berarti minyak) dan digunakan oleh orang Jepang untuk merawat permukaan pedang mereka.

Sejarah Cengkeh

Pada abad yang keempat, pemimpin Dinasti Han dari Tiongkok memerintahkan setiap orang yang mendekatinya untuk sebelumnya menguyah cengkeh, agar harumlah napasnya. Cengkeh, pala dan merica sangatlah mahal di zaman Romawi. Cengkeh menjadi bahan tukar menukar oleh bangsa Arab di abad pertengahan. Pada akhir abad ke-15, orang Portugis mengambil alih jalan tukar menukar di Laut India. Bersama itu diambil alih juga perdagangan cengkeh dengan perjanjian Tordesillas dengan Spanyol, selain itu juga dengan perjanjian dengan sultanTernate. Orang Portugis membawa banyak cengkeh yang mereka peroleh dari kepulauan Maluku ke Eropa. Pada saat itu harga 1 kg cengkeh sama dengan harga 7 gram emas.

Perdagangan cengkeh akhirnya didominasi oleh orang Belanda pada abad ke-17. Dengan susah payah orang Prancis berhasil membudayakan pohon Cengkeh di Mauritius pada tahun 1770. Akhirnya cengkeh dibudayakan di Guyana, Brasilia dan Zanzibar.

Pada abad ke-17 dan ke-18 di Inggris harga cengkeh sama dengan harga emas karena tingginya biaya impor. Sebab cengkeh disana dijadikan salah satu bahan makanan yang sangat berkhasiat bagi warga dan sekitarnya yang mengkonsumsi tanaman cengkeh tersebut. Sampai sekarang cengkeh menjadi salah satu bahan yang diekspor ke luar negeri.

Pohon cengkeh yang dianggap tertua yang masih hidup terdapat di Kelurahan Tongole, Kecamatan Ternate Tengah, sekitar 6 km dari pusat kota Ternate. Poho yang disebut sebagai Cengkeh Afo ini berumur 416 tahun, tinggi 36,60 m, berdiameter 198 m, dan keliling batang 4,26 m. Setiap tahunnya ia mampu menghasilkan sekitar 400 kg bunga cengkeh.

Dari : id.wikipedia.org

red alert 2 & yuri revenge 14 Februari 2010

Posted by uminoty in catetan pribadi.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Game ini kesukaanku dari dulu.

Meski berulang-ulang kumainkan, aku tetap demen.

Buat yang suka, bisa download disini

musimnya tanam jagung… 31 Oktober 2009

Posted by uminoty in catetan pribadi.
Tags: , ,
add a comment

Tak terasa musim tanam jagung datang lagi. Kebetulan aku punya tanah sedikit, jadi coba-coba ikutan tanam jagung seperti tetangga sebelah. Biar kalo mereka pada panen, bisa ikutan panen juga, nggak cuman dikasih tetangga doank.
Tapi dikarenakan belum punya ngelmu tanam jagung, ya jadinya klak-klik sana-sini dulu, biar punya sedikit referensi, nggak asal tanam.
dan hasilnya adalah sebagai berikut:

Sekilas Info…….


Jagung (Zea mays. L.) merupakan kebutuhan (lebih…)

mblokir situs 26 September 2009

Posted by uminoty in belajar komputer.
Tags: , ,
add a comment

Ada beberapa cara untuk memblokir situs (lebih…)